Miliki Ruang Terbuka Hijau Terluas, Mahasiswa Unram Makin Nyaman Belajar,

0


Mataram, NTB – Universitas Mataram (Unram) telah mencapai tonggak sejarah baru dalam upaya penanganan emisi karbon. Berdasarkan pengukuran yang dimulai sejak tahun 2013, Unram telah berhasil melampaui target net zero emisi CO2eq.

Ruang terbuka hijau (RTH) di kampus Unram, dengan luas mencapai 17,58 hektar dari total kawasan sekitar 40 hektar, telah menjadi salah satu penopang utama dalam pencapaian ini. Hasil identifikasi menunjukkan keberadaan 99 jenis vegetasi dengan total 3.726 individu pohon. Jika dilihat dari perhitungan per satuan hektar, Unram memiliki rata-rata 93 pohon per hektar dan 2 jenis vegetasi per hektar.

Terdapat pula contoh tanaman seperti pohon trembesi (Samanea saman) dan beringin (Ficus benjamina) yang memiliki kemampuan menyerap CO2eq dalam jumlah besar hingga mencapai ribuan kg per tahun, yang mendukung daya serap CO2eq di kampus Unram.

Unram memiliki nilai biomassa 335,9 ton per hektar per tahun dan nilai simpanan karbon 154,5 ton per hektar per tahun. Penyerapan karbon dioksida equivalent (CO2eq) Unram mencapai 6,2 ton per hari atau setara dengan 2.245,2 ton per tahun. Jumlah ini setara dengan 567 ton CO2eq per hektar per tahun dari 99 jenis pohon yang ada. Produksi oksigen yang dihasilkan kampus mencapai 1.639 ton per tahun atau sama dengan 4,5 ton per hari dari 3.726 individu pohon.

Selain itu, cadangan karbon di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Senaru juga telah berhasil ditingkatkan. Saat ini, cadangan karbon KHDTK Senaru mencapai 126,41 ton karbon per hektar, dengan rincian cadangan karbon atas permukaan tanah sebesar 83,71 ton karbon per hektar dan karbon tanah sebesar 42,7 ton karbon per hektar.

Adapun total daya serap CO2eq di KHDTK Senaru sebesar 208.858,90 CO2eq ton per tahun; 9.697,86 CO2eq ton per tahun di RTH Unram; 7.980,34 CO2eq ton per tahun di Mangrove Station Unram; dan 9.967,86 CO2eq ton per tahun di lingkungan Unram. Sehingga total serapan emisi CO2eq di Unram adalah 226.807,1 CO2eq ton per tahun.

Sedangkan, emisi karbon di lingkungan Unram meliputi emisi dari kendaraan civitas akademika Unram sebesar 14.080 CO2eq ton per tahun; emisi dari listrik 3.223 CO2eq ton per tahun; emisi dari footprint 107,16 CO2eq ton per tahun; dan emisi dari sampah 53,57 CO2eq ton per tahun. Sehingga total keseluruhan emisi karbon di Unram sebesar 17.463,73 CO2eq ton per tahun.

Dengan surplus serapan emisi CO2eq Unram sebesar 209.343,37 CO2eq ton per tahun dari selisih daya serap dan emisi CO2eq, Unram telah melebihi target net zero emisi.

Ketua Program Studi (Kaprodi) Kehutanan Unram, Hairil Anwar menjelaskan bahwa data ini merupakan hasil riset yang dilakukan oleh mahasiswa dan dosen Unram. Riset ini sesuai dengan GHG (Greenhouse Gas) Protocol Corporate.

“Unram tentu memiliki target untuk terus berupaya mengurangi emisi karbon dioksida equivalent. Target ini akan kami upayakan tercapai paling tidak di tahun 2050. Upaya ini kita lakukan dengan penerapan Energi Baru dan Terbarukan (EBT) seperti penggunaan solar cell yang menghasilkan listrik sebesar 25.550 kWh/tahun, menambahkan komposisi vegetasi seperti bambu di sepanjang sepadan sungai yang melintasi Unram dan penanaman 1.000 pohon manggis untuk terus meningkatkan cadangan karbon di Unram, serta melanjutkan upaya pengurangan emisi CO2 dari berbagai aktivitas lainnya,” imbuhnya.

Keberhasilan Unram dalam mencapai surplus serapan emisi CO2eq menunjukkan komitmen yang kuat dalam menjaga lingkungan serta memberikan kontribusi positif dalam mengatasi perubahan iklim global. Unram juga berkomitmen untuk terus melanjutkan upaya-upaya proaktif guna memperkuat keberlanjutan lingkungan, termasuk melalui penelitian, pendidikan, dan implementasi kebijakan yang ramah lingkungan.

Tags

Posting Komentar

0Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.
Posting Komentar (0)