Tiga Hari Jelang Lebaran Jumlah Pemudik dari Bali Masih Sepi




Lombok Barat – Arus mudik menjelang Hari Raya Idulfitri melalui Pelabuhan Lembar, Kabupaten Lombok Barat, hingga H-3 Lebaran terpantau masih berjalan lancar tanpa kepadatan berarti. Operator pelabuhan memastikan seluruh armada kapal serta fasilitas penunjang dalam kondisi baik dan siap melayani para pemudik.

General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Lembar, Handoyo Priyanto, mengatakan bahwa secara umum kesiapan operasional angkutan Lebaran tahun ini telah dipersiapkan dengan maksimal, baik dari sisi kapal maupun sarana dan prasarana pelabuhan.

Menurutnya, hingga H-4 Lebaran, aktivitas penyeberangan di Pelabuhan Lembar masih relatif normal dan belum menunjukkan lonjakan signifikan.

“Alhamdulillah baik kapal maupun fasilitas pelabuhan dalam kondisi baik. Hingga H-4 ini operasional berjalan lancar dan dari sisi arus penumpang di Lembar belum ada peningkatan yang signifikan,” ujarnya, Senin (16/3).

Meskipun belum terjadi lonjakan besar, Handoyo menyebutkan adanya peningkatan jumlah penumpang pejalan kaki sebesar 20 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.

Sebaliknya, kepadatan arus mudik justru terpantau lebih tinggi dari arah Pelabuhan Padangbai, Bali, menuju Pelabuhan Lembar. 

Handoyo menjelaskan bahwa volume kendaraan roda dua dan roda empat dari arah Bali sempat memicu kepadatan, sementara arus dari arah Lombok sendiri diprediksi baru akan memuncak saat arus balik pascalebaran.

Untuk mendukung kelancaran angkutan Lebaran, ASDP menyiapkan sebanyak 21 unit kapal, dengan rata-rata 13 kapal beroperasi setiap hari di lintasan penyeberangan.

Seluruh kapal tersebut telah melalui proses ramp check atau pemeriksaan kelayakan oleh otoritas pelabuhan.

“Hasil ramp check dari KSOP sudah keluar dan seluruh kapal dinyatakan aman. Pemeriksaan itu meliputi mesin, navigasi hingga alat keselamatan kapal,” terang Handoyo.

Pemeriksaan dilakukan oleh otoritas pelabuhan dan syahbandar guna memastikan seluruh kapal layak beroperasi selama periode angkutan Lebaran.

Selain kesiapan armada, pihak ASDP juga telah menyiapkan posko terpadu yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan untuk mendukung pengamanan dan kelancaran operasional selama masa mudik.

Posko tersebut berfungsi sebagai pusat koordinasi pengamanan dan pelayanan, bukan sebagai tempat istirahat bagi penumpang.

“Posko ini lebih kepada pos penjagaan dan koordinasi antar stakeholder untuk memastikan operasional berjalan aman dan lancar,” ujarnya.

ASDP mengimbau calon penumpang untuk melakukan reservasi tiket secara daring melalui aplikasi Ferizy sebelum tiba di pelabuhan. 

Langkah ini bertujuan untuk mempercepat proses check-in dan penerbitan boarding pass, sehingga tumpukan kendaraan di area pelabuhan dapat diminimalisasi.

Menjelang puncak arus mudik, ASDP juga mengimbau pengguna jasa agar mengatur waktu perjalanan untuk menghindari antrean panjang, terutama pada malam hari yang biasanya menjadi waktu terjadinya kepadatan.

“Kalau memungkinkan, masyarakat bisa memilih berangkat pagi atau siang hari agar tidak terjadi penumpukan pada malam hari,” ujarnya.

Selain itu, ia juga mengingatkan seluruh penumpang untuk tetap menjaga keselamatan selama perjalanan, baik saat berada di pelabuhan maupun di atas kapal.

“Yang paling penting adalah keselamatan. Kami berharap perjalanan mudik tahun ini berjalan lancar, aman, dan nyaman bagi seluruh pengguna jasa,” tutup Handoyo.