Selamatkan Generasi Muda, Dikpora NTB dan Densus 88 Masuk Sekolah Edukasi Ancaman Radikalisme

Daftar Isi



Lombok Tengah —Dikpora NTB Bidang Pembinaan dan Pengembangan Kepemudaan bersama Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror (AT) Polri Wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB)  menggelar kegiatan Sosialisasi Pencegahan Paham Radikalisme, Penguatan Kepemudaan di SMAN  Lombok Tengah.  Kegiatan ini diselenggarakan sebagai langkah proaktif  jalankan misi kemanusiaan untuk selamatkan generasi muda juga dalam rangka menciptakan lingkungan sekolah yang aman, inklusif (16/10.


Briptu  Panji Ramadhan Abdilah dan Briptu L. Naufal dari Densus 88 sampaikan bahwa Sosialisasi ini berfokus pada  pemberian pemahaman secara komprehensif kepada para siswa-siswi SMA/ SMK sederajat yang sebelumnya sudah merambah Kota Mataram, Lombok Barat dan Alhamdulillah kali ini di Lombok Tengah dan segera menyusul lokasi Lombok Utara dan Lombok Timur, mereka para siswa/i agar mengenal ancaman serta bahaya paham Radikalisme, Ekstremisme, tindakan Bullying (perundungan), hingga berbagai potensi kejahatan dan dampak negatif Dunia Digital.


Kepala Bidang Kepemudaan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) NTB, H. Tarmidzi S.Kom, ME dalam orasinya didepan 1.400 lebih siswa/i SMAN 1 Praya yang ditempatkan di Mushola besar milik sekolah, ia menegaskan pentingnya edukasi dan pencegahan dini bagi para pelajar agar proses belajar-mengajar di sekolah tidak terganggu oleh pengaruh paham-paham yang merusak.



"Sosialisasi ini merupakan bagian dari upaya pencegahan dini guna menyelamatkan generasi muda kita dari berbagai potensi paham yang dapat mengganggu proses belajar para siswa. Lingkungan sekolah harus menjadi ruang yang aman dan produktif untuk tumbuh kembang mereka," ujar Pak Ajik sapaan akrabnya 


Lebih lanjut, Pak Ajik juga memberikan dorongan moral agar para pelajar tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik semata, tetapi juga aktif mengasah minat dan bakat di luar kelas dan berani keluar dari zona nyaman dan berani ikut organisasi-, organisasi sekolah untuk menguatkan mental serta lancarkan publik speakingnya.


"Kami mendorong agar siswa-siswi tidak hanya berprestasi di bidang akademik, tetapi juga berani mengasah potensi di bidang non-akademik. Karakter yang kuat dan keterampilan yang beragam adalah benteng terbaik dari pengaruh negatif," tambahnya.


Hadirkan Finalis Putri Anak Indonesia NTB 2026 yang akan berangkat ke Nasional, Gina Talita dari SMPN 2 Praya, Saras dari SMAN 4 Mataram dan Siska dari Mts Sekarbela didampingi Nadya Siswi SMAN 1 Praya sebagai Alumni Putri Anak yang 2022 menjadi 10 besar Nasional sebagai Inspirasi yang juga tampil dengan program sosialisasi untuk bersama menjaga kebersihan lingkungan sekolah dan bergotong royong serta stop Bulllying.



Gina, Saras dan Siska Putri Anak Indonesia NTB 2026 ketiga  siswi ini dijadwalkan akan segera bertolak ke Jakarta  pada akhir bulan Oktober ini untuk mewakili Provinsi NTB dalam ajang perlombaan tingkat Nasional.


Kehadiran Gina, Saras dan Siska bersama Nadya digandeng langsung oleh pihak Pemuda Dikpora NTB untuk memperkenalkan diri sekaligus memberikan motivasi kepada para siswa/i SMAN 1  Praya Lombok Tengah Langkah ini diharapkan dapat memberi contoh nyata (role model) bagi para pelajar dalam mengeksplorasi potensi diri, mengasah talenta, serta berkiprah aktif dalam berbagai kegiatan positif kepemudaan untuk penyelamatan generasi.


Melalui kolaborasi antara aparat kepolisian, instansi pendidikan, dan figur pemuda berprestasi ini, diharapkan para siswa/i SMAN 1  Praya ini  mampu membentengi diri dari pengaruh radikalisme sekaligus terpacu untuk terus mengukir prestasi bagi daerah.


Bapak Kadian selaku Kepala Sekolah SMAN 1 Praya sangat senang atas kehadiran tim ini dan ucapankan terimakasih dan berharap akan terus dan berkembang gerakan-gerakan untuk penyelamatan generasi lainnya.

Posting Komentar