Jadi Pintu Masuk Utama, Kawasan Gili Tetap Jadi Prioritas Strategis Pariwisata. Dispar Lombok Utara Usulkan Dukungan Pusat

Daftar Isi

 


LOMBOK UTARA — Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Dispar) Kabupaten Lombok Utara terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan dan fasilitas penunjang bagi para wisatawan. Salah satu fokus utama yang saat ini tengah disiapkan adalah penuntasan sarana dan prasarana fasilitas umum di berbagai titik destinasi strategis.


Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Lombok Utara, Denda Dewi Tresni Budi Astuti, menyampaikan bahwa kesiapan fasilitas umum menjadi pilar penting untuk menjamin kenyamanan para wisatawan yang berkunjung.


"Ada beberapa pekerjaan rumah (PR) yang harus segera kita tuntaskan, terutama penyiapan sarana dan prasarana pendukung fasilitas umum. Hal ini menjadi acuan utama kenyamanan wisatawan, dan kami tengah mengusulkan dukungannya kepada Kementerian Pariwisata," ujar Denda Dewi.


Denda Dewi juga menyoroti penghentian pengalokasian Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat selama beberapa tahun terakhir, yang dirasakan oleh hampir seluruh daerah di Indonesia. Padahal, sebelumnya alokasi DAK—baik fisik maupun non-fisik—sangat membantu percepatan pembangunan daerah.


"Sebelumnya kita bisa memperoleh DAK hingga Rp10 miliar dari Kementerian. Selain itu, DAK non-fisik juga memungkinkan kita menggelar hingga 17 kali pelatihan peningkatan kualitas SDM, termasuk sertifikasi tenaga pariwisata. Namun, sudah beberapa tahun ini alokasi tersebut tidak ada lagi secara nasional," ungkapnya.


Denda Dewi Tresni Budi Astuti - Kadis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Lombok Utara

Ia berharap pemerintah pusat dapat mempertimbangkan kembali kebijakan pengalokasian DAK pariwisata guna mendukung percepatan pembangunan di daerah secara berkelanjutan.


Menanggapi fokus pembangunan kawasan pariwisata strategis seperti Tramena (Trawangan, Meno, Air) dan Sembalun, Denda Dewi menegaskan bahwa kawasan Gili tetap menjadi prioritas utama sebagai pintu masuk (gateway) wisatawan ke Lombok Utara.


"Sering timbul pertanyaan mengapa fokus selalu ke kawasan Gili. Perlu dipahami bahwa Gili adalah pintu masuk utama wisatawan ke Lombok Utara. Ketika pengembangan dipusatkan di sana, imbas dan dampak ekonominya (multiplier effect) secara bertahap tentu akan mengalir ke wilayah daratan Lombok Utara," jelasnya.


Lombok Utara sendiri merupakan bagian dari kawasan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) dan Destinasi Super Prioritas (DSP). Melalui sinergi antara Pemerintah Daerah, Pemerintah Provinsi, dan Pemerintah Pusat, diharapkan sektor pariwisata Lombok Utara dapat terus berkembang pesat dan memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat luas.

Posting Komentar