Ciptakan Sekolah Aman dan Berprestasi, Dikpora NTB Usung Aksi Kemanusiaan Bersama Densus 88 di SMAN 1 Mataram

Daftar Isi



Mataram - Aksi Kemanusiaan untuk penyelamatan generasi muda melalui sosialisasi pencegahan radikalisme dan penguatan kepemudaan oleh Dikpora NTB Bidang Pembinaan dan Pengembangan Kepemudaan bekerja sama dengan Densus 88 Anti Teror wilayah NTB berlangsung lancar sesuai rencana, giat  ini dihadiri oleh semua r siswa/i dan para guru di SMAN 1 Mataram, Sabtu, 17/10/2026.


Kegiatan ini juga menghadirkan Devika, Brigitta dan Putri dari Pengent Paguyuban Putri Remaja Indonesia NTB. Ketiga orang ini mempresentasikan masing-masing 1 materi yaitu bahaya pernikahan dini, stop narkoba, dan stop bullying.


Perwakilan Densus 88,  Briptu Panji  Ramadhan Abdilah yang biasa disapa Pak Adi menyampaikan kegiatan sosialisasi berfokus kepada bagaimana pencegahan radikalisme kepada siswa-siswi SMA/SMK sederajat



Ia menegaskan potensi-potensi pencegahan radikalisme harus dimulai dari lingkungan keluarga, lebih-lebih  di sekolah.


“Ini penting agar kita dapat menjaga kreativitas generasi muda,” tegas Pak Adi dan didampingi Briptu Lalu Naufal.


Sementara, Kepala Bidang Kepemudaan Dikpora NTB, H. Tarmidzi, S.Kom, ME, atau biasa disapa Pak Ajik dalam orasinya kepada para siswa/i menekankan pentingnya melakukan sosialisasi pencegahan pernikahan dini, isu radikalisme, narkoba dan bullying supaya kedepan agar proses belajar tidak terhambat serta dapat menghadirkan prestasi yang terbaik untuk daerah sesuai misi NTB Makmur Mendunia.



“Sosialisasi ini adalah upaya pencegahan guna mengasah minat belajar, berorganisasi. Sekolah juga harus menjadi ruang aman dalam pembentukan karakter dan kualitas sumber daya manusia mereka,” ujar Pak Ajik.


Ia juga mendorong agar siswa/i dapat merencanakan masa depan yang cemerlang kedepan. Hal ini penting, agar pelajar tidak hanya berfokus pada kemampuan akademik semata, tetapi dapat mengasah kemampuan non akademik.


“Pelajar harus berani keluar dari zona nyaman, harus berani berorganisasi agar mentalnya kuat,” pungkasnya.


Sebagai informasi tambahan, kegiatan sosialisasi tidak hanya berfokus pada penyampaian materi tetapi dilanjutkan dengan sesi tanya jawab.


Yang berbeda adalah, pemberian pertanyaan dilakukan oleh tiga finalis dan masing-masing sesuai dengan materi yang mereka sampaikan yaitu pernikahan dini, bahaya narkoba, dan stpo bullying. 

Posting Komentar