Polda NTB Gelar Simulasi Ancaman Drone Liar Hingga Teror Bom, pastikan Pengamanan Motogp Mandalika Lancar, Aman dan Sukses !

Daftar Isi



LOMBOK TENGAH – Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Polda NTB) menggelar Simulasi Pengamanan dan Kontijensi Operasi Mandalika 2026 di Area Parkir Timur Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah, pada Senin (28/9/2026). 


Langkah strategis ini dilakukan untuk mematangkan kesiapan personil dan skenario pengamanan jelang gelaran ajang balap internasional Pertamina Grand Prix of Indonesia (MotoGP) 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 9–11 Oktober 2026 mendatang.



Simulasi skala besar ini melibatkan sebanyak 908 personel gabungan Polri, yang merupakan bagian dari total 2.667 hingga 2.678 personel gabungan yang disiagakan sebagai kekuatan pengamanan utama. Operasi ini juga didukung penuh oleh kesiapan sarana dan prasarana darurat berupa 51 unit kendaraan operasional pengamanan serta armada ambulans.


“Pengamanan MotoGP ini kita beri sandi Ops Mandalika Rinjani 2026, di mana operasi ini melibatkan 2.678 personel gabungan, Polri, TNI, pemerintah dan segenap mitra kamtibmas dari elemen masyarakat,” ujar Kapolda NTB Irjen. Pol. Kalingga Rendra Raharja, S.E., M.H. Dalam keterangan persnya.



Kegiatan ini memperkuat sinergi lintas instansi yang melibatkan Polda NTB, Polresta Lombok Tengah, unsur TNI, Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), Mandalika Grand Prix Association(MGPA), serta seluruh pemangku kepentingan terkait lainnya.

Dalam keterangan persnya di lokasi kegiatan, 


Kapolda NTB Irjen. Pol. Kalingga Rendra Raharja, S.E., M.H., juga menyampaikan bahwa latihan kontijensi ini memperagakan 6 skenario penanganan ancaman utama secara linier dan realistis:

  1. Pemeriksaan Penonton: Prosedur pemeriksaan ketat pada arus masuk pengunjung serta teknik penertiban dan mengurai kepadatan massa (crowd management).
  2. Pengawalan VIP/VVIP: Pelaksanaan prosedur pengamanan ketat dan sterilisasi rute pergerakan bagi tamu VIP maupun VVIP.
  3. Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla): Simulasi cepat tanggap penanganan karhutla di sekitar area sirkuit serta proses evakuasi darurat bagi korban.
  4. Unjuk Rasa: Latihan pengendalian massa (crowd control) dan taktik penanganan gesekan sosial di lapangan.
  5. Ancaman Teror dan Bom: Prosedur sterilisasi serta penanganan ancaman dari orang tidak dikenal (OTK) oleh Tim Penjinak Bahan Peledak (Jihandak) Satuan Brimob Polda NTB.
  6. Gangguan Udara: Antisipasi ancaman pelanggaran wilayah udara sirkuit, termasuk prosedur penindakan dan penanganan terhadap drone liar (unauthorized drones).



“Kesuksesan MotoGP agar berjalan aman dan lancar adalah tugas kita bersama,” tutupnya.


Melalui simulasi ini, Polda NTB memastikan bahwa seluruh jajaran dan pemangku kepentingan siap memberikan jaminan keamanan, kenyamanan, serta keselamatan optimal bagi para pembalap, kru, tamu VIP, dan ribuan penonton yang akan memadati Sirkuit Mandalika bulan depan.

Posting Komentar