Pencetus Desa Wisata Bonjeruk, Saiful Anshori Kembali Bidik Kursi Kades

Daftar Isi

 



LOMBOK TENGAH - Gagasan pengembangan Desa Bonjeruk sebagai destinasi wisata kembali menjadi sorotan menjelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Bonjeruk 2026.

Saiful Anshori, mantan Kepala Desa Bonjeruk periode 2013-2018, dikenal sebagai salah satu tokoh yang mendorong pengaktifan Bonjeruk sebagai desa wisata.

Saat memimpin desa, Saiful disebut mengumpulkan sejumlah tokoh yang tergabung dalam Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Bonjeruk Permai. Upaya tersebut menjadi bagian dari langkah awal menggerakkan potensi wisata dan pemberdayaan masyarakat desa.

Dukungan terhadap Pokdarwis Bonjeruk Permai juga disebut diwujudkan melalui anggaran sebesar Rp 50 juta yang bersumber dari Alokasi Dana Desa (ADD) 2016-2017.

Kini, setelah beberapa tahun berlalu, Saiful kembali maju sebagai calon Kepala Desa Bonjeruk untuk periode 2026-2034.

Aktifkan Desa Wisata, Dorong Potensi Lokal

Bagi Saiful, pengembangan desa wisata merupakan bagian penting dalam membangun Bonjeruk. Potensi desa dinilai tidak hanya dapat dikembangkan sebagai tempat kunjungan, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi masyarakat.

“Desa wisata bukan sekadar tempat untuk dikunjungi, tetapi bagaimana potensi desa bisa menjadi sumber kesejahteraan masyarakat. Gagasan itu yang sejak dulu terus saya perjuangkan di Bonjeruk,” ujar Saiful dalam keterangannya.

Ia juga menilai Bonjeruk memiliki potensi yang masih dapat dikembangkan untuk menjadi daya tarik wisata.

“Saya percaya Bonjeruk punya potensi besar untuk menjadi desa wisata yang maju. Karena itu, sejak dulu saya berupaya mendorong potensi tersebut agar tidak hanya menjadi gagasan, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” katanya.

Kembali Maju di Pilkades Bonjeruk

Pencalonan Saiful Anshori dalam Pilkades Bonjeruk 2026 menjadi momentum untuk melihat kembali perjalanan pengembangan desa wisata yang pernah didorongnya.

Dengan pengalaman memimpin Bonjeruk pada 2013-2018, Saiful kini kembali membawa gagasan pembangunan desa, termasuk pengembangan potensi wisata berbasis masyarakat.

Kontestasi Pilkades Bonjeruk periode 2026-2034 pun menjadi ruang bagi para calon untuk menawarkan gagasan dan program pembangunan kepada masyarakat.

Posting Komentar