Nyanyu Ernawati Prihatin Maraknya Perilaku Menyimpang dan HIV pada Anak, Dorong Anak muda Sebagai Pelopor dan Pelapor !
MATARAM — Fenomena maraknya kasus penyuka sesama jenis yang menyasar usia anak-anak memicu keprihatinan mendalam dari berbagai pihak di Kota Mataram.
Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Mataram, Nyanyu Ernawati, mengungkapkan kekhawatirannya atas temuan kasus perilaku menyimpang yang kini bahkan telah merambah hingga tingkat Sekolah Dasar (SD).
Kekhawatiran tersebut disampaikan dimomen Sharing Session yang digelar oleh Lembaga Perlindungan Anak bersama Dewan Anak Kota Mataram terkait Pencegahan HIV AIDS dan Pencegahan LGBT. (13/9/2026)
Agenda edukatif ini menghadirkan Sekretaris Komisi Perlindungan Anak (KPA) Kota Mataram, Dr. Margaretha Cephas. Sebagai Narasumber yang dihadiri oleh Anak-anak Muda Kota Mataram.
Nyanyu Ernawati menegaskan pentingnya penguatan peran anak sebagai Agen 2P (Pelopor dan Pelapor) di lingkungan mereka masing-masing.
"Pendekatan antar-teman sebaya sangat efektif. Anak-anak biasanya jauh lebih terbuka dan nyaman bercerita kepada temannya dibanding kepada orang tua. Jika mereka dibekali pemahaman yang benar, mereka bisa saling menjaga. Begitu ada kasus di lapangan, kita bisa mendeteksi dan menangani secara cepat sebelum meluas," ujar Nyanyu.
Diharapkan nantinya para peserta mendapatkan pemahaman komprehensif terkait kesehatan reproduksi, perlindungan diri dari bahaya kelainan perilaku (LGBT), hingga langkah pencegahan penularan HIV. Anak-anak dibekali literasi kritis agar mampu menyaring informasi secara bijak, serta siap menghadapi berbagai situasi di lapangan secara aman dan bertanggung jawab.
“penguatan Agen 2P ini diharapkan tidak hanya berhenti pada ruang diskusi, melainkan mampu mencetak karakter anak yang berani menyuarakan kebenaran (Pelapor) dan siap menginisiasi aksi positif di komunitasnya (Pelopor). Langkah ini menjadi bagian penting dari komitmen bersama untuk mewujudkan generasi muda Indonesia yang sehat, berdaya, dan terlindungi.
Melalui sinergi antara DPRD, KPA, dan kelompok anak ini, Pemerintah Kota Mataram berharap dapat membangun benteng perlindungan yang kuat. Kegiatan ini sekaligus menjadi langkah preventif untuk menyelamatkan generasi muda dari dampak buruk perilaku menyimpang dan bahaya penyakit menular sejak dini.




Posting Komentar