Berbagai Elemen Masyarakat Ramaikan Turnamen Orado Piala Panglima TNI

Daftar Isi




MATARAM — Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Tentara Nasional Indonesia (TNI) ke-81, Komando Resor Militer (Korem) 162/Wira Bhakti berkolaborasi dengan Pengurus Provinsi Olahraga Domino Indonesia (Pengprov Orado) Nusa Tenggara Barat (NTB) menyelenggarakan kejuaraan domino berskala regional bertajuk Piala Panglima TNI.


Kejuaraan ini menjadi momentum penting untuk mengubah stigma masyarakat terhadap permainan domino dari sekadar hiburan konvensional atau kegiatan negatif, menjadi cabang olahraga prestasi yang terukur, profesional, serta menjunjung tinggi nilai sportivitas dan kebersamaan.


Antusiasme tinggi terpancar dari berbagai kontingen dan komunitas yang berpartisipasi dalam ajang ini, salah satunya dari Ikatan Keluarga Bundo Kanduang (IKBK) Minang. Ketua IKBK Minang, Edi Umar, menyampaikan bahwa keikutsertaan organisasinya memuat misi penting dalam mempererat tali persaudaraan.



"Tujuannya tak lain dan tak bukan yaitu untuk menjalin silaturahmi. Ya, itu yang pertama sekali. Dan yang kedua, tentu kita turut serta memeriahkan HUT TNI ini," ujar Edi Umar.


Edi mengungkapkan bahwa pihaknya menerjunkan kekuatan penuh untuk berlaga di turnamen regional ini. 


“Untuk turnamen ini kita turun full team sebanyak 10 tim. Itu pun karena kuota terbatas, kalaupun slot masih ada, mungkin 14 sampai 15 tim yang akan turun. Dalam pertandingan ini, tentu kita menargetkan menang dan juara," tambahnya optimis.


Hal senada diungkapkan oleh Ketua Tim GPIB Mataram, Nano Sean. Menurutnya, kejuaraan ini menjadi ajang rekreasi sekaligus pembuktian kualitas atlet domino lokal.


"Tujuan kita mengikuti ini yang pertama memeriahkan hari ulang tahun TNI. Terus yang kedua memasyarakatkan olahraga domino. Kita ingin semua pemain bisa main, bergembira, dan refreshingsekalian, tapi yang paling penting tetap silaturahmi," tutur Nano Sean.



Mengenai peluang dalam kejuaraan, Nano menambahkan bahwa selain faktor teknis, kerja sama tim menjadi kunci utama di atas meja pertandingan. 


“Kalau tujuan ke sini sebenarnya pengin juara, tapi namanya permainan kan kita bukan dukun. Mainnya berpasangan, jadi harus ada chemistry. Tim kita berisikan atlet-atlet juara, cuma tentu tergantung kondisi kartu juga nanti di lapangan," jelasnya.


Lebih jauh, Nano berharap ajang regional seperti Piala Panglima TNI ini dapat menjadi batu loncatan bagi para atlet domino NTB untuk melangkah ke kancah yang lebih besar.


"Tujuannya memang kita pengin bertanding di tingkat internasional, di PON, dan mengharumkan nama NTB. Harapan paling ujungnya ada di situ," pungkas Nano.


Melalui sinergi Korem 162/Wira Bhakti dan Pengprov Orado NTB, Kejuaraan Domino Piala Panglima TNI diharapkan dapat melahirkan atlet-atlet berbakat baru sekaligus mengokohkan kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam suasana olahraga yang kompetitif dan bersahabat.

Posting Komentar