Tingkatkan Mutu Pendidikan, Yayasan Maraqitta’limat Pacu Program "Satu Sekolah, Satu S2" dan Kaderisasi Kepemimpinan

Daftar Isi



MATARAM — Yayasan Maraqitta’limat menegaskan komitmennya dalam memperkuat dan meningkatkan mutu pendidikan di seluruh unit sekolah yang dikelolanya. Melalui langkah strategis berkelanjutan sejak tahun 2021, yayasan ini mengusung program utama "Satu Sekolah, Satu S2"untuk memastikan setiap satuan pendidikan dipimpin oleh SDM yang memiliki standar akademik magister yang mumpuni.


Ketua Yayasan Maraqitta’limat, H. M. Fadlurrahman, S.Kom., M.Pd., menyampaikan bahwa peningkatan kualifikasi ini menyasar jajaran kepala sekolah hingga guru di tingkat SD, SMP, SMA, dan SMK.


"Hingga saat ini, sebanyak 40 persen tenaga pengajar dan kepala sekolah di lingkungan Yayasan Maraqitta’limat telah berpendidikan S2. Capaian ini diperoleh baik melalui program bantuan khusus yayasan maupun studi mandiri, khususnya pada bidang pendidikan agama," ujar Fadlurrahman.


Dalam pelaksanaannya, yayasan menjalin kerja sama resmi (Memorandum of Understanding/MoU) dengan Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha). Melalui kemitraan akademik ini, saat ini terdapat 10 tenaga pendidik yang sedang menempuh studi S2 dan 8 orang pada jenjang Doktor (S3).

Fokus Utama dan Skema Peningkatan Kualifikasi



Untuk menjamin efektivitas dan keberlanjutan program, Yayasan Maraqitta’limat menerapkan beberapa poin krusial dalam kualifikasi dan penjenjangan karir:

  1. Prioritas Kepemimpinan: Pada tahap awal penataan, program pendataan dan fasilitasi S2 diprioritaskan bagi para kepala sekolah yang sedang menjabat.
  2. Kaderisasi Guru Berkelanjutan: Guru yang telah menyelesaikan studi S2 diproyeksikan sebagai kader utama kepemimpinan sekolah untuk meneruskan estafet kepemimpinan saat pejabat lama memasuki masa pensiun.
  3. Skema Kerja Sama Akademik Undiksha: Memanfaatkan jalinan MoU dengan Undiksha untuk mencetak lulusan magister dan doktor yang adaptif terhadap perkembangan dunia pendidikan modern.
  4. Seleksi Ketat dan Menjangkau Usia Muda: Peserta program dipilah secara selektif berdasarkan masa tugas, rekam jejak pengabdian, serta mengutamakan tenaga pendidik berjiwa muda agar memiliki masa kontribusi yang panjang bagi yayasan sebelum memasuki purna tugas.


Melalui penguatan kualifikasi akademis dan kaderisasi terstruktur ini, Yayasan Maraqitta’limat optimistis seluruh satuan pendidikan di bawah naungannya dapat dipimpin oleh SDM yang profesional, adaptif, dan berdaya saing tinggi guna melahirkan generasi penerus bangsa yang berkualitas.

Posting Komentar