Pulihkan Sade Bersama, UKP Pariwisata dan Kementerian Desa Dorong Restorasi Desa Adat
Lombok Tengah - Kebakaran yang melanda Desa Adat Sade, Lombok Tengah, pada Sabtu (22/8) menghanguskan sekitar 120 bangunan dan berdampak terhadap 120 kepala keluarga atau sekitar 320 jiwa. Selain tempat tinggal, sejumlah ruang yang mendukung aktivitas budaya dan ekonomi masyarakat juga ikut terdampak.
Di tengah kondisi masyarakat yang masih berupaya bangkit, kehadiran Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata (UKP Pariwisata) Zita Anjani di Desa Adat Sade, Minggu (23/8), disebut membawa secercah harapan bagi masyarakat untuk membangun kembali desa adat mereka.
Kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi pemerintah desa dan masyarakat untuk
menyampaikan secara langsung kondisi dan kebutuhan Sade pasca kebakaran, terutama
harapan agar pembangunan kembali Desa Adat Sade memperoleh perhatian dan dukungan dari pemerintah pusat.
“Kehadiran Ibu Zita membawa secercah harapan bagi kami. Kami berharap kondisi Sade yang beliau lihat langsung hari ini dapat disampaikan ke pusat dan membuka jalan agar program pembangunan kembali desa adat ini bisa segera ditindaklanjuti, ” ujar Kepala Desa Sade.
Dalam peninjauan tersebut, Zita Anjani didampingi Bupati Lombok Tengah, Bupati Bima, KepalaDesa Sade, Ketua Pokdarwis Desa Adat Sade, Direktur Jenderal Pembangunan Desa dan Perdesaan (PDP), Kepala Biro Perencanaan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, serta perwakilan Bulog NTB. Zita menyusuri kawasan terdampak dan berdialog dengan masyarakat untuk mendengarkan langsung kondisi serta aspirasi terkait pemulihan dan masa depan Desa Adat Sade.
Melalui kolaborasi dengan Bulog NTB, turut disalurkan bantuan berupa beras, minyak goreng,sarung, dan selimut bagi masyarakat terdampak kebakaran. Menanggapi aspirasi masyarakat, Zita menyampaikan bahwa pemulihan Sade akan didorong.
melalui kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat. UKP Pariwisata bersama Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal akan menindaklanjuti kebutuhan pembangunan kembali dan restorasi kawasan Sade.
“Apa yang kami lihat dan dengar langsung dari masyarakat hari ini akan kami sampaikan kepada pemerintah pusat. Melalui Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, kita akan mendorong program desa wisata dan desa budaya untuk mendukung pembangunan kembali dan
restorasi Desa Adat Sade agar dapat segera kembali berkembang. Proses ini tentu membutuhkan perencanaan dan kolaborasi, dengan masyarakat tetap menjadi bagian utama,” ujar Zita.
Kolaborasi tersebut akan diarahkan tidak hanya untuk membangun kembali kawasan yang terdampak, tetapi juga memulihkan fungsi Desa Adat Sade sebagai ruang hidup masyarakat sekaligus kawasan budaya dan pariwisata. Restorasi akan memperhatikan karakter desa adat, arsitektur tradisional, nilai budaya Sasak, aspek keselamatan, serta keberlanjutan ekonomi masyarakat.
Zita menegaskan bahwa proses restorasi membutuhkan waktu dan tidak dapat dilakukan secara instan. Menurutnya, pembangunan kembali perlu dilakukan secara terencana agar Sade dapat kembali berkembang tanpa kehilangan identitas dan nilai budaya yang menjadi kekuatannya.
“Restorasi Sade membutuhkan waktu dan harus dilakukan dengan perencanaan yang baik. Kita ingin membangun kembali Sade sebagai desa adat yang tetap hidup, budayanya terjaga, masyarakatnya berdaya, dan pariwisatanya dapat berkembang secara berkelanjutan, ” ujar Zita.
Keterlibatan masyarakat akan menjadi bagian penting dalam proses tersebut. Masyarakat Sade merupakan penjaga utama adat dan budaya yang menjadi fondasi pengembangan kawasan sekaligus bagian penting dalam keberlanjutan pariwisata desa.
Ke depan, pembangunan kembali diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat Sade
sebagai desa adat sekaligus destinasi pariwisata berkelanjutan, dengan tetap memberikan manfaat bagi masyarakat dan menjaga warisan budaya Sasak untuk generasi mendatang.
Pemulihan ini juga menjadi bagian dari semangat Unlock Indonesia untuk membuka kembali potensi, cerita, dan kekayaan budaya dari berbagai daerah di Indonesia.
Selain itu, Zita juga berharap masyarakat Sade diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi musibah ini serta dapat segera kembali menjalankan kehidupan dan aktivitas ekonominya.
“Semoga masyarakat Sade diberikan kekuatan dan ketabahan. Kita ingin Sade kembali menjadi rumah bagi masyarakatnya, budaya Sasak tetap hidup, dan Sade kembali menjadi destinas pariwisata yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” tutup Zita.




Posting Komentar