Program Profesor Berdampak FKIP UNRAM Latih Guru MTsN 2 Lobar Olah Daun Kelor Jadi Sabun Mandi Herbal
Daftar Isi
Lombok Barat - Tim Profesor dan Akademisi Universitas Mataram (Unram) menurunkan program "Profesor Berdampak" di MTsN 2 Lombok Barat (Lobar), dan di Desa Montong Are, Kecamatan Kediri.
Kegiatan ini difokuskan pada penguatan kualitas pembelajaran sains (IPA) berbasis lingkungan sekaligus pemanfaatan potensi lokal daun kelor menjadi produk sabun herbal bernilai ekonomi.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ketua Tim Profesor Unram, Prof. Dr. Agus Ramdani, M.Sc., bersama tim jajaran profesor dan doktor Unram, yakni Prof. Dr. Muklis, M.Si., Prof. Drs. Agus Abhi Purwoko, M.Sc., Ph.D., Prof.Sudirman Wilian, MA, Ph.D, Dr. I Putu Artayasa, M.Si., Dr. AA. Sukarso, M.Si., dan Prof. Drs. Aris Doyan, M.Si., Ph.D.
Ketua Tim Profesor Unram, Prof. Dr. Agus Ramdani, M.Sc., menyampaikan bahwa kehadiran para akademisi ini bertujuan untuk menularkan ilmu dan keterampilan praktis guna menjawab tantangan pembelajaran IPA di madrasah.
"Berdasarkan informasi kepala sekolah, penguatan di bidang sains masih sangat diperlukan di Madrasah ini. Melalui program Profesor Berdampak, kami masuk untuk menguatkan bidang tersebut sekaligus melihat potensi Desa Montong Are yang kaya akan pohon kelor," ujar Prof. Agus Ramdani.
Menurutnya, selama ini pemanfaatan kelor oleh warga sekitar masih sebatas bahan konsumsi sayur. Padahal, daun kelor memiliki kandungan antioksidan dan antibakteri tinggi yang dapat diolah menjadi produk perawatan tubuh seperti sabun herbal melalui proses ilmiah saponifikasi
Program pendampingan ini mengusung pendekatan Project-Based Learning (PBL) dan pembelajaran kontekstual. Pembekalan dimulai dari para guru melalui demonstrasi praktik pembuatan sabun herbal, penguatan materi IPA, hingga penyusunan modul ajar berbasis proyek. Tidak hanya sisi sains, tim Unram juga memberikan materi strategi pengemasan (packaging), branding, hingga pemasaran digital (digital marketing).
"Anak-anak tidak lagi bosan belajar IPA yang hanya berfokus pada rumus atau teori di papan tulis. Melalui praktik langsung pembuatan sabun ini, ilmu Biologi dan kimia hadir secara nyata. Selain mengasah kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan kolaborasi, ada produk bernilai ekonomi yang dihasilkan," jelas Prof. Agus Ramdani
Ia menambahkan, inovasi ini diarahkan agar dapat dikembangkan lebih luas bersama elemen masyarakat desa, seperti ibu-ibu PKK, kader Posyandu, hingga Karang Taruna Desa Montong Are sebagai rintisan usaha skala rumah tangga (handmade).
Kepala MTsN 2 Lombok Barat, H. Abdul Azis Faradi, M.Pd., menyampaikan apresiasi tinggi atas kepedulian dan pendampingan dari Tim Profesor Unram. Menurutnya, program ini menjadi langkah strategis untuk memicu inovasi mengajar guru sekaligus memberdayakan potensi lokal.
"Kami sangat berterima kasih atas kehadiran para Profesor Unram di madrasah kami. Ini adalah bentuk penghormatan sekaligus pemantik motivasi bagi para guru. Melalui alur pendampingan ini—mulai dari demo praktik, penguatan materi, pembuatan modul berbasis proyek, hingga strategi pemasaran—para guru siap menularkan pengetahuan kontekstual ini kepada seluruh peserta didik," ungkap H. Abdul Azis Faradi., M.Pd

Posting Komentar