Program Penelitian Profesor Berdampak UNRAM Mendorong Inovasi Sabun Herbal Kelor di MTs. Negeri 2 Lombok Barat

Daftar Isi

 

Lombok Barat – Guru‑guru Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTs) Negeri 2 Lombok Barat tengah menikmati pelatihan lanjutan dalam Program Profesor Berdampak Universitas Mataram (UNRAM) yang fokus pada pengembangan sabun herbal berbahan dasar daun kelor (Moringa oleifera). Kegiatan ini, yang berlangsung selama tiga hari di Laboratorium Teknologi Pangan UNRAM, bertujuan menguasai siklus produksi sabun herbal mulai dari pemilihan bahan lokal, proses ekstraksi, formulasi, hingga strategi pemasaran yang berkelanjutan.

Kepala MTs Negeri 2 Lombok Barat, H. Abdul Azis Faradi, M.Pd., menyampaikan bahwa partisipasi guru dalam program ini merupakan bentuk nyata komitmen sekolah untuk memperkuat budaya inovasi dan kewirausahaan berbasis sumber daya lokal.

“Kelor adalah tanaman yang melimpah di lingkungan kami, baik sebagai sayur maupun obat tradisional. Dengan memanfaatkannya menjadi sabun herbal, kita tidak hanya memberikan nilai tambah pada tanaman tersebut, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar serta memberikan contoh konkret kepada siswa tentang bagaimana ilmu pengetahuan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari‑hari,” ujarnya dalam sambutan pembukaan pelatihan.


Komitmen MTs Negeri 2 Lombok Barat dalam mendorong inovasi dan pengembangan potensi lokal terus diperkuat. Hal tersebut diwujudkan melalui keikutsertaan guru MTs Negeri 2 Lombok Barat dalam lanjutan Program Profesor Berdampak Universitas Mataram (UNRAM) yang berfokus pada pengembangan inovasi sabun herbal berbahan dasar kelor.


Program ini menjadi salah satu bentuk kolaborasi antara dunia pendidikan dengan perguruan tinggi dalam menghadirkan inovasi yang tidak hanya bernilai akademis, tetapi juga memiliki manfaat nyata bagi masyarakat. Pemanfaatan tanaman kelor sebagai bahan herbal menjadi pilihan karena tanaman tersebut mudah ditemukan dan memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi produk bernilai guna.

Dalam kegiatan lanjutan tersebut, para guru mendapatkan kesempatan untuk memperdalam pengetahuan dan keterampilan terkait proses pengembangan produk sabun herbal kelor. Kegiatan mencakup pemahaman mengenai pemanfaatan bahan lokal, proses pengolahan, formulasi produk, hingga pengembangan inovasi agar dapat menghasilkan produk yang berkualitas dan memiliki nilai ekonomi.

Keikutsertaan guru MTs Negeri 2 Lombok Barat dalam program ini diharapkan dapat memberikan pengalaman baru yang kemudian dapat ditransformasikan ke dalam proses pembelajaran di madrasah. Dengan demikian, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teoritis, tetapi juga dapat dikenalkan pada praktik inovasi, kewirausahaan, pemanfaatan sumber daya lokal, serta pentingnya menjaga lingkungan.

Program Profesor Berdampak juga menjadi ruang strategis bagi guru untuk mengembangkan kompetensi melalui pendampingan dan kolaborasi bersama akademisi Universitas Mataram. Sinergi tersebut diharapkan mampu melahirkan gagasan-gagasan kreatif yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan dunia pendidikan.

Para guru menerima materi dari tim dosen Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UNRAM, termasuk Prof. Dr. Ir. Bambang Setiawan, M.S.,Ahli Teknologi Pangan, yang membahas kandungan aktif daun kelor seperti flavonoid, asam fenolik, dan vitamin E yang known memiliki sifat antibakterial dan antioksidan—kualitas yang diharapkan dapat meningkatkan daya tarik sabun herbal tersebut.

Sabun herbal kelor yang dikembangkan dalam program ini menjadi salah satu contoh bagaimana potensi sederhana yang ada di lingkungan sekitar dapat diolah menjadi produk inovatif. Kelor yang selama ini lebih banyak dikenal sebagai tanaman pangan dan obat tradisional memiliki peluang untuk dikembangkan dalam berbagai bentuk produk, termasuk produk perawatan tubuh berbasis bahan herbal.

Bagi MTs Negeri 2 Lombok Barat, keterlibatan dalam program tersebut sejalan dengan upaya madrasah untuk membangun budaya inovasi, kreativitas, dan pembelajaran berbasis potensi lokal. Guru diharapkan mampu menjadi penggerak perubahan dengan menghadirkan pembelajaran yang kontekstual serta memberikan ruang kepada siswa untuk mengenal dan mengembangkan potensi yang ada di lingkungan mereka.

Selain meningkatkan kompetensi guru, kegiatan ini juga membuka peluang lahirnya produk unggulan madrasah yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan. Ke depan, inovasi sabun herbal kelor diharapkan tidak berhenti pada tahap pelatihan dan pengembangan, tetapi dapat terus disempurnakan melalui riset, uji kualitas, pengemasan, serta pengembangan strategi pemasaran.

Kolaborasi antara MTs Negeri 2 Lombok Barat dan Universitas Mataram melalui Program Profesor Berdampak menjadi bukti bahwa madrasah dapat mengambil peran aktif dalam pengembangan inovasi berbasis potensi daerah. Pendidikan tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga diarahkan untuk melahirkan generasi yang kreatif, produktif, dan mampu memberikan solusi bagi lingkungan sekitar.

Dengan semangat “Islami, Unggul Berprestasi”, MTs Negeri 2 Lombok Barat terus berupaya memperluas jejaring kolaborasi dan menghadirkan berbagai program yang memberikan dampak positif bagi guru, siswa, madrasah, dan masyarakat.

Melalui lanjutan Program Profesor Berdampak Universitas Mataram ini, diharapkan inovasi sabun herbal kelor dapat menjadi langkah awal bagi lahirnya berbagai inovasi lainnya di MTs Negeri 2 Lombok Barat. Potensi lokal pun tidak sekadar menjadi kekayaan yang tersedia di lingkungan sekitar, tetapi dapat diolah menjadi sumber pembelajaran, kreativitas, dan produk yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Posting Komentar