Lalu Wirajaya Dorong Pemerintah dan Akademisi Berkolaborasi Pulihkan Rumah Adat Sade Pasca Kebakaran
LOMBOK — Pemerintah terus mematangkan langkah pemulihan bagi warga terdampak musibah kebakaran di Dusun Adat Sade. Selain menyediakan hunian sementara, pemerintah tengah menyiapkan rencana rekonstruksi rumah warga dengan melibatkan tim ahli dan akademisi untuk memastikan standar keamanan serta mitigasi bencana yang lebih baik ke depan. (28/8)
Wakil Ketua DPRD NTB, Lalu Wirajaya, menegaskan pentingnya duduk bersama antara pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat untuk merumuskan titik temu dalam proses pembangunan kembali Rumah Adat Sade. Hal senada disampaikan kepada media saat mendampingi Kunjungan Kerja Pimpinan DPRD NTB di Desa Sade. Langkah ini diambil agar pemulihan dapat berjalan lancar tanpa menimbulkan kendala sosial di kemudian hari.
"Masyarakat diharapkan segera pulih, baik secara ekonomi, sosial, maupun fisik bangunan rumahnya. Pemerintah mengajak semua pihak duduk bersama agar ada kesepahaman mengenai pemanfaatan lahan dan model pembangunan ke depan," ujar Lalu Wirajaya.
![]() |
| Lalu Wirajaya - Wakil Ketua DPRD NTB |
Fasilitas Hunian Sementara
Selama proses perencanaan dan pembangunan berlangsung, pemerintah telah menyiapkan fasilitas akomodasi sementara berupa Edotel yang berada di sekitar lokasi. Fasilitas ini dapat dimanfaatkan oleh warga terdampak agar tidak perlu menumpang terlalu lama di rumah kerabat.
Pembangunan kembali rumah warga diperkirakan tidak memakan waktu lama karena menggunakan konsep dan material sederhana seperti alang-alang dan bedek, namun tetap memperhatikan ketahanan struktur.
Pentingnya Mitigasi Kebakaran dan Keterlibatan Akademisi
Musibah ini menjadi pembelajaran penting terkait sistem mitigasi bencana Rumah Adat yang ada di Sade dan Rumah-rumah Adat di NTB pada umumnya. Untuk merancang kembali pemukiman yang aman dan tahan terhadap risiko kebakaran, pemerintah merangkul akademisi dan tim teknis dari berbagai universitas, termasuk pakar dari Yogyakarta dan Universitas Mataram (Unram).
"Para profesor dan tim ahli turun langsung untuk merencanakan pembangunan kembali sesuai dengan standar teknis yang baik. Harapannya, jika terjadi insiden di masa depan, kita sudah memiliki sistem mitigasi yang matang sehingga dampak fatal dapat dicegah," tambah Lalu Wirajaya.
Melalui sinergi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat, proses pemulihan diharapkan dapat melahirkan Kawasan Rumah Adat yang tidak hanya aman secara fisik, tetapi juga memberdayakan kembali kehidupan sosial dan ekonomi warga.




Posting Komentar