Dorong Presean Mendunia: Putri Hijabfluencer & Paguyuban Panji Kartika Pelopori Modernisasi dan Kejuaraan Nasional Tradisi Sasak
Menghadirkan Arena 360 Berstandar Tinggi, Regulasi Technical Handbook (THB), Sensor Nirkabel Digital, hingga Mendorong Pengakuan Resmi KONI dan KORMI.
Oleh : M.A Nur Kholis S. S. Sn., M. Sn. (Kake Kholis)
MATARAM, INDONESIA — Putri Hujab Fluencer NTB bersama Paguyuban Panji Kartika secara resmi menggelar perhelatan seni pertunjukan dan olahraga tradisional Presean secara berkala di Arena 360 Ruang Tanding Rua Rasa - Rembiga bertajuk Festival Presean.
Dimana festival Presean tersebut berlangsung sejak tanggal 11 Juli - 27 September 2026.
Dengan biaya Tiket masuk :
Anak-anak : Rp. 5.000
Dewasa : Rp. 10.000
Inisiatif ini menandai langkah awal transformasi Presean dari seni pertunjukan temporer menjadi kegiatan kebudayaan yang terstruktur, profesional, dan nyaman bagi seluruh lapisan masyarakat.
Berbeda dengan penyelenggaraan Presean pada umumnya yang terikat pada momen tertentu atau agenda tahunan, perhelatan di Rua Rasa dirancang sebagai daily activity (kegiatan reguler) yang berlangsung hingga September. Acara ini sekaligus menjadi momentum pengenalan awal (ngreyen) arena tanding Ruang Rasa 360 kepada publik luas.
Standar Baru Kenyamanan dan Fasilitas Arena
Penyelenggaraan Presean di Rua Rasa mengusung berbagai pembaruan signifikan guna meningkatkan kualitas serta kenyamanan bagi Pepadu (petarung Presean) maupun para penonton. Keunggulan fasilitas yang dihadirkan meliputi:
1. Spesifikasi Arena 360 Derajat: Didesain khusus untuk pertarungan Presean presisi dengan pandangan bebas hambatan dari seluruh penjuru.
2. Bebas Debu & Terawat: Arena dirawat secara profesional untuk menghilangkan kendala debu tanah yang kerap mengganggu kenyamanan penonton dan kesehatan peserta pada lapangan konvensional.
3. Tribun & Tempat Duduk Representatif: Penyediaan area tribun yang memadai sehingga penonton dapat menikmati jalannya pertandingan secara aman dan tertib.
4. Sistem Tata Suara (Sound System) Kredibel: Mengabaikan penggunaan pengeras suara toastandar, Rua Rasa mengintegrasikan sistem audio modern dengan sebaran titik multi-angle demi menghadirkan kejelasan suara dan atmosfer pertandingan yang maksimal.
Visi Skala Nasional: Jaringan Diaspora dan Technical Handbook (THB)
Sementara itu, perwakilan panitia yaitu M.A Nur Kholis S. S. Sn., M. Sn. Yang juga dikenal sebagai Peneliti, Ethnomusicologist sekaligus seorang Komposer kepada media mengatakan guna membawa Presean menuju kancah nasional hingga internasional, pihak penyelenggara telah menyiapkan peta jalan strategis. Langkah ini diwujudkan melalui koordinasi dengan jaringan diaspora Sasak yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia (seperti Riau, Lampung, hingga Kalimantan) di bawah naungan Asosiasi Sasak.
"Ke depannya, kami berencana membentuk 'Bale Presean' di setiap provinsi maupun kabupaten yang memiliki komunitas diaspora Sasak. Kita ingin menciptakan Kejuaraan Nasional (National Championship) Presean di mana persaingan bukan lagi antar-paguyuban lokal, melainkan antar-provinsi dan kabupaten secara profesional." Ungkapnya Kake Kholis.
Untuk menunjang profesionalisme pertarungan, tengah dirumuskan dokumen Technical Handbook (THB) yang akan disepakati di Rua Rasa. THB ini memuat standarisasi objektif yang mencakup pengelompokan kelas berat badan, ukuran postur tubuh, serta kelompok usia petarung.
Inovasi Teknologi Sensor Digital & Integrasi KONI / KORMI
Guna menjamin keadilan penilaian dan membuka akses yang lebih luas, perhelatan ini memelopori integrasi teknologi digital pada perlengkapan bertanding Presean:
Pengembangan Body Protector Bersensor: “Kami Merancang body protector yang dilengkapi sensor nirkabel (wireless sensor) yang terhubung langsung ke layar skor elektronik. Teknologi ini mencatat dampak sabetan penjalin secara akurat di titik lengan, pundak, maupun kepala, sehingga menghilangkan keraguan dalam penilaian juri akibat kecepatan gerakan penjalin.” Sambungnya.
Strategi Dual-Kategori Olahraga:
Kategori Full-Contact (Babak Belur): Kategori pertarungan penuh yang disiapkan untuk memenuhi kriteria dan masuk dalam naungan KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia).
Kategori Eksibisi & Ramah Anak: Menggunakan body protector bersensor nirkabel guna menciptakan variasi Presean yang aman, edukatif, serta ramah bagi anak-anak dan keluarga, yang akan disalurkan melalui KORMI (Komite Olahraga Masyarakat Indonesia).
Melalui kombinasi penataan fasilitas modern, standarisasi regulasi, pemanfaatan teknologi nirkabel, serta struktur organisasi nasional, Rua Rasa dan Paguyuban Panji Kartika optimistis mampu membawa seni tradisi Presean Sasak berkembang menjadi olahraga bela diri etnis berkelas dunia.

Posting Komentar