Dorong Pariwisata Ramah Muslim, Dispar NTB Gagas Optimalisasi Penerbangan Haji dan Konektivitas Timur Tengah

Daftar Isi



MATARAM  — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus berikhtiar memajukan sektor pariwisata daerah, khususnya dalam memperkuat kembali posisi NTB sebagai destinasi utama Pariwisata Ramah Muslim (Muslim-Friendly Tourism)


Untuk mencapai target tersebut, langkah-langkah progresif dan terobosan strategis terus dijajaki, salah satunya melalui optimalisasi konektivitas udara dengan kawasan Timur Tengah.



Hal senada disampaikan oleh Kadis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Ahmad Nur Aulia di momen Focus Group Discussion (FGD) Pariwisata Ramah Muslim (Moslem Friendly Tourism) yang diadakan oleh Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Bidang Destinasi, bertempat di Hotel Lombok Raya, 11 Agustus 2026


Menurutnya Sektor pariwisata ramah muslim di NTB memiliki rekam jejak dan pencapaian yang luar biasa di tingkat nasional maupun internasional. Oleh karena itu, pemerintah daerah berkomitmen agar pengembangan sektor ini tidak mengalami stagnasi, melainkan terus tumbuh memanfaatkan potensi pasar yang sangat besar.


“Salah satu fokus ikhtiar strategis yang tengah didorong oleh Gubernur NTB adalah membuka akses penerbangan langsung (direct flight) dari Timur Tengah menuju Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM)” ujar Ahmad Nur Aulia.




Pemanfaatan Ruang Logistik dan Penerbangan Haji


Guna mewujudkan penerbangan langsung tersebut secara efisien, pemerintah daerah menyoroti peluang keberadaan penerbangan musim haji setiap tahunnya. Selama masa operasional haji, terdapat ruang penerbangan kosong (empty leg)—baik saat pesawat kembali setelah mengantar jemaah, maupun saat pesawat datang menjemput jemaah.


“Peluang penerbangan balik yang kosong ini dinilai potensial untuk dimanfaatkan secara optimal melalui kemitraan strategis, sehingga dapat menjadi jembatan penerbangan langsung bagi wisatawan atau penerbangan komersial dari Timur Tengah menuju Lombok.

Peluang kerja sama ini dinilai semakin terbuka lebar seiring adanya pembenahan di Kementerian Agama / Kementerian Haji dan Umrah yang kini memiliki keDeputian/Direktorat Jenderal khusus yang menangani Ekosistem Haji.” Sambungnya.


Dampak Positif bagi Wisatawan dan Jemaah


Apabila ekosistem penerbangan terintegrasi ini dapat dikembangkan dan ditumbuhkan dengan baik ke depannya, tidak hanya sektor pariwisata NTB yang akan menggeliat, tetapi juga diharapkan mampu memberikan dampak efisiensi biaya. Terbukanya akses dan konektivitas yang optimal diproyeksikan dapat memberikan kemudahan fasilitas serta berpotensi menekan biaya penyelenggaraan ibadah haji agar lebih terjangkau bagi para jemaah.


Melalui langkah dan lompatan strategis ini, Pemprov NTB optimistis dapat membangkitkan kembali kejayaan pariwisata ramah muslim sekaligus memperkuat posisi Lombok di kancah internasional.


Tujuan utama pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) Pariwisata Ramah Muslim adalah menyelaraskan strategi, merumuskan kebijakan, dan memperkuat sinergi lintas sektor guna mengoptimalkan standar pelayanan serta daya saing destinasi wisata halal di Indonesia.




Mengambil tema “Sinergi dan Inovasi menuju Pariwisata ramah muslim”. Yang diikuti sekitar 40 peserta baik dari OPD, Organisasi Pariwisata, Akademisi Kepariwisataan hingga media masa.


Ditempat itu juga dilaksanakan penandatanganan Komitmen Fakta Pengembangan Pariwisata bersama sejumlah OPD terkait.

Posting Komentar