Atasi Genangan dan Kelola Sampah Organik, Kelurahan Pejeruk Gencarkan Pembuatan Biopori di 4 Lingkungan
MATARAM — Kelurahan Pejeruk, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram, terus berinovasi dalam menjaga kelestarian lingkungan dan mengantisipasi masalah limpahan air hujan. Melalui gerakan peduli lingkungan, pihak kelurahan mendistribusikan dan menanam lubang biopori secara serentak di empat lingkungan yang ada di wilayahnya. (29/6)
Dalam program ini, masing-masing lingkungan ditargetkan dan telah sukses menanam sebanyak 8 titik lubang biopori, sehingga total terdapat 32 titik biopori baru yang tersebar di wilayah Kelurahan Pejeruk.
Langkah ini diambil sebagai upaya nyata untuk meningkatkan daya resap air ke dalam tanah sekaligus meminimalisir potensi genangan di titik-titik rawan saat musim penghujan tiba.
Lurah Pejeruk melalu Kasi Pemerintahan Ni Luh Apsarini Permatasasi menyampaikan bahwa, program biopori ini bukan sekadar pembangunan infrastruktur lingkungan fisik, melainkan sebuah pemicu untuk perubahan perilaku masyarakat yang lebih besar. Beliau berharap program ini dapat menumbuhkan kesadaran kolektif warga dalam mengelola lingkungan hidup, khususnya terkait pengelolaan sampah.
"Kami sangat berharap pemasangan biopori ini menjadi momentum bagi warga Pejeruk untuk mulai sadar dan bergerak memilah sampah langsung dari rumah. Biopori ini membutuhkan sampah organik agar fungsinya sebagai penyerap air dan penyubur tanah bisa maksimal. Jadi, sinergi dari warga sangat menentukan," ujarnya.
Dengan adanya 8 titik biopori di setiap lingkungan, warga diharapkan dapat memanfaatkannya sebagai tempat pembuangan sampah organik rumah tangga, seperti sisa makanan, sayuran, dan dedaunan. Proses alami di dalam lubang biopori ini nantinya akan mengubah sampah tersebut menjadi kompos yang bermanfaat bagi tanaman di sekitarnya.
Dikatakannya pemasangan biopori tersebut baru saja dimulai yang dipasang dibeberapa lokasi, berharap agar masyarakat lebih sadar terkait persoalan sampah baik organik dan non organik.
“Kami berharap masyarakat bisa mengembangkan sendiri, dengan ide-ide kreatif dalam upaya membuat biopori dengan dibarengi pemilahan sampah tersebut” sambungnya.
Ia mengungkapkan bahwa sebagai aparatur kelurahan juga mengimbau kepada para kepala lingkungan dan tokoh masyarakat untuk aktif mengedukasi warga mengenai pentingnya memisahkan sampah organik dan anorganik sebelum dibuang.
Melalui kolaborasi yang kuat antara pemerintah kelurahan dan partisipasi aktif masyarakat dari skala rumah tangga, Kelurahan Pejeruk optimis dapat menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, bebas genangan, dan mandiri dalam pengelolaan sampah.




Posting Komentar