Warga Cakranegara Protes Kegiatan Boladil Malam Hari, Akhirnya Meminta Penutupan Lapangan

Daftar Isi

 



Mataram — Kegiatan sabung ayam atau yang dikenal dengan sebutan boladil yang berlokasi di wilayah Cakranegara, Kota Mataram, kembali menjadi sorotan masyarakat setempat. Aktivitas yang dilaksanakan setiap malam hari tersebut rupanya telah menimbulkan gangguan signifikan bagi warga sekitar, khususnya mereka yang membutuhkan kondisi kondusif untuk beristirahat setelah menjalani aktivitas seharian.

Salah seorang warga yang identitasnya berinisial WR akhirnya angkat bicara terkait keberatannya terhadap keberadaan lokasi boladel tersebut. WR mengungkapkan rasa terganggu yang ia rasakan selama ini dan menyayangkan sikap pemilik usaha hiburan tradisional itu yang disebutnya tidak memiliki kepedulian terhadap kondisi masyarakat di lingkungannya.

"Diri saya merasa sangat terganggu dengan adanya kegiatan boladil yang terus-menerus dilaksanakan setiap malam. Yang namanya malam itu seharusnya menjadi waktu yang tepat bagi masyarakat untuk beristirahat, namun kenyataannya kami justru terganggu dengan hiruk-pikuk pelaksanaan sabung ayam tersebut," tutur WR dengan nada kecewa.

WR secara tegas menyatakan bahwa situasi ini tidak seharusnya terjadi, mengingat pemilik lokasi seharusnya dapat memahami bahwa masyarakat memiliki hak untuk menikmati ketenangan di malam hari. Ia menilai bahwa pemilik boladil yang bernama Amaq Murni tersebut tidak menunjukkan sikap mengerti atau bahkan sekadar peduli terhadap kondisi warga sekitar yang tentu saja membutuhkan suasana tenang untuk beristirahat.


Merasa tidak ada solusi yang diberikan, WR akhirnya mengambil langkah tegas dengan menyatakan niatnya untuk melaporkan permasalahan ini kepada aparat berwenang. Ia bakal meminta kepada pihak terkait untuk segera melakukan penutupan lokasi boladil yang dinilai telah mengganggu ketertiban dan kenyamanan masyarakat di wilayah Cakranegara.

"Sudah tidak ada jalan lain lagi. Saya akan melaporkan dan meminta aparat untuk menutup tempat boladil ini karena keberadaannya benar-benar mengundang gangsang dan mengganggu ketertiban masyarakat. Tidak ada gunanya melanjutkan pembiaran terhadap situasi seperti ini," tegas WR dengan keputusan yang sudah bulat.

Langkah yang akan ditempuh WR ini merupakan upaya terakhir setelah sebelumnya ia dan warga lain kemungkinan telah menyampaikan keluh kesah secara informal kepada pihak terkait. Dengan melaporkan permasalahan ini secara resmi, WR berharap ada tindakan nyata yang dapat menyelesaikan polemik yang sudah berjalan cukup lama tersebut.

Masyarakat lainnya yang enggan disebutkan namanya juga disebut-sebut memiliki pandangan serupa dengan WR. Mereka diharapkan dapat bersatu mendukung upaya penutupan lokasi boladel demi terciptanya kondisi lingkungan yang lebih kondusif dan tenang, terutama pada malam hari ketika sebagian besar warga beristirahat dari aktivitas harian mereka.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi atau tanggapan resmi dari Amaq Murni sebagai pemilik lokasi boladil.

Posting Komentar