Paska Robohnya Atap SMAN 7 Mataram, Ketua DPC Gerindra Kota Mataram Abd. Rahman Desak Dinas PUPR Sinergi Periksa Kelayakan Bangunan Sekolah

Daftar Isi



MATARAM — Insiden robohnya atap bangunan di SMAN 7 Mataram baru-baru ini memicu respon cepat dari kalangan legislatif. Ketua Komisi III DPRD Kota Mataram yang juga Ketua DPC Partai Gerindra Kota Mataram, Abd. Rahman, mendorong Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk segera turun tangan melakukan pemeriksaan total terhadap kelayakan dan keandalan bangunan sekolah. (20/5)


Meski kewenangan pengelolaan SMA berada di bawah Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Abd. Rahman menegaskan bahwa keselamatan siswa dan guru di wilayah Kota Mataram adalah prioritas utama yang tidak mengenal batasan birokrasi. Oleh karena itu, koordinasi lintas sektor antara Pemkot Mataram dan Pemprov NTB harus segera dilakukan.


"Tragedi ambruknya atap sekolah ini adalah alarm keras bagi kita semua. Jangan tunggu ada korban jiwa baru lagi trus kita sibuk saling tuding. Saya mendesak Dinas PUPR, baik di tingkat kota maupun berkoordinasi dengan provinsi, untuk segera melakukan audit teknis kelayakan bangunan sekolah," ujar Abd. Rahman kepada media.




Menurut Rahman, Sekolah merupakan Instrumen Penting dalam upaya Pemerintah Mencerdaskan Kehidupan bangsa seperti yang tertuang dalam UUD 1945, serta salah satu Program Prioritas Nasional Presiden Prabowo Subianto yaitu Pendidikan Bermutu dengan dukungan Sarana dan Prasarana Sekolah yang memadai.


“Kunjungan kami hari ini merupakan atensi langsung dari Pusat, agar nantinya dapat kami laporkan. Seperti apa Feedbacknya, apakah akan ada perbaikan langsung atau bagaimana. Pada intinya agar aktivitas belajar mengajar tidak terganggu” sambungnya.


Abd. Rahman (Ketua DPC Gerindra Kota Mataram)

Politisi ini juga menekankan bahwa pemeriksaan harus diprioritaskan pada gedung-gedung sekolah yang usianya sudah tua atau yang dilaporkan mengalami kerusakan struktural ringan. Langkah preventif (pencegahan) dianggap jauh lebih murah dan bernilai ketimbang menangani dampak paska-bencana.


Abd. Rahman juga mengajak seluruh kepala sekolah dan komite di Kota Mataram untuk aktif melaporkan jika menemukan indikasi kerusakan pada fasilitas belajar mengajar di sekolah masing-masing.


"Anak-anak kita pergi ke sekolah untuk belajar dengan tenang, bukan untuk bertaruh nyawa di bawah atap yang rapuh. Pemerintah harus hadir menjamin ruang belajar yang aman dan nyaman," tutupnya.

Posting Komentar