Anak Agung Oka Serukan Persatuan Umat Hindu Lombok: "Satu Suara, Satu Pengabdian"

Daftar Isi



CAKRANEGARA, LOMBOK – Tokoh Muda Puri Agung Cakranegara, Anak Agung KT. Agung Oka Kartha Wirya, menyampaikan seruan penting bagi seluruh umat Hindu di Pulau Lombok untuk mempererat tali persaudaraan (persatuan) dan menjaga kesatuan bangsa. Dalam pesan yang disampaikan di Puri Agung Cakranegara - Pamotan, beliau menegaskan bahwa kerukunan adalah fondasi utama dalam menjalankan swadharma (kewajiban) beragama dan bernegara.


Anak Agung Kt. Oka menyoroti pentingnya menjaga kondusivitas di tengah dinamika sosial yang berkembang. Beliau mengimbau agar umat tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang berpotensi memicu keretakan di internal umat maupun antarumat beragama.


"Persatuan bukan berarti kita harus selalu sama dalam segala hal, tetapi bagaimana kita bisa berjalan beriringan meski dalam perbedaan. Jangan biarkan ada celah untuk perpecahan di tanah Lombok yang kita cintai ini," ujar Tokoh Muda tersebut.



Hal senada disampaikan di Momen Simekrame Tokoh-tokoh Umat Hindu di Puri Agung Cakranegara - Pamotan, pada hari Minggu, 26 April 2026. Sebagai Dukungan dan seruan Puri kepada umat Hindu Lombok “Satu Suara, Satu Pengabdian”


Lebih dari sekadar seruan, Anak Agung Kt. Oka menyatakan komitmen penuhnya untuk hadir sebagai penengah dalam setiap dinamika yang muncul. Beliau menegaskan kesiapannya untuk menjembatani setiap persoalan yang menyangkut kepentingan umat Hindu, baik itu masalah sosial, keagamaan, maupun koordinasi dengan pihak pemerintah baik Pemerintah Kabupaten/kota hingga ke tingkat Provinsi.


Dalam sambutan tersebut, Ia menekankan 3 point diantaranya :

  1. Komitmen Mediasi: Membuka pintu dialog seluas-luasnya bagi kelompok atau perorangan yang memiliki aspirasi demi kemajuan umat.
  2. Penguatan Toleransi: Mengajak umat untuk terus menjunjung tinggi kearifan lokal Parempe dan Saling Jaga.
  3. Sinergi Kelembagaan: Mendorong penguatan komunikasi antara lembaga keagamaan seperti PHDI, organisasi pemuda, dan tokoh adat.


Anak Agung KT. Agung Oka Kartha Wirya (Baju hitam) - Tokoh Muda Puri Agung Cakranegara - Pamotan

Anak Agung Kt. Oka berharap agar semangat kebersamaan ini dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari lingkungan keluarga hingga ke tingkat banjar. Dengan kuatnya persatuan di internal umat Hindu, diharapkan kontribusi terhadap pembangunan daerah di Nusa Tenggara Barat dapat semakin maksimal.


"Saya siap berdiri di depan untuk memastikan setiap persoalan diselesaikan dengan kepala dingin dan hati yang damai. Mari kita jaga harmoni ini demi generasi masa depan," tutupnya.


Acara simekrame bersama tokoh-tokoh umat Hindu Tersebut ditutup dengan acara makan bersama atau Megibung sebagai wujud untuk menjaga tradisi dan rasa kebersamaan.

Posting Komentar