Lestarikan Tradisi Leluhur, Warga Karang Kicang Gelar Ritual Ngusabe di Pura Meru
MATARAM – Nuansa khidmat menyelimuti Lingkungan Karang Kecicang, Kota Mataram, saat ratusan warga berkumpul untuk melaksanakan ritual adat Ngusabe di Pura Meru. (31/3/2026)
Upacara yang menjadi tradisi turun-temurun ini diselenggarakan oleh warga di Lingkungqn Karang Kecicang Kelurahan Cakranegara Selatan, sebagai bentuk rasa syukur sekaligus permohonan keselamatan bagi masyarakat setempat.
Sejak pagi hari, warga tampak antusias mempersiapkan berbagai perlengkapan upacara. Barisan penjor dan sesaji (banten) yang ditata rapi menghiasi area Pura Meru, yang telah dilaksanakan sejak tanggal 30 Maret dan akan berakhir nanti di tanggal 3 April 2026.
Simbol Harmoni dan Kebersamaan
Upacara Ngu Sabe di Lingkungan Karang Kicang bukan sekadar ritual keagamaan, melainkan juga cerminan eratnya persaudaraan antarwarga. Tokoh masyarakat setempat menyampaikan bahwa tradisi ini rutin dilaksanakan untuk menjaga keseimbangan antara manusia, alam, dan Sang Pencipta.
"Ngu Sabe ini adalah warisan yang harus kita jaga. Selain sebagai bentuk sujud syukur atas berkah yang diterima, ini juga menjadi ajang mempererat tali silaturahmi/simekrame antar krama (warga) di Karang Kicang," ujar I Gusti Gede Padang salah satu penglingsir pura di sela-sela kegiatan.
Prosesi Ritual
Rangkaian acara dimulai dengan persembahyangan bersama yang dipimpin oleh pemangku pura. Alunan suara genta dan kidung suci menambah kekhusyukan suasana. Dalam ritual ini, doa-doa dipanjatkan agar Kota Mataram, khususnya wilayah Karang Kicang, senantiasa dijauhkan dari marabahaya dan diberkahi kemakmuran.
Menariknya, pelaksanaan Ngu Sabe kali ini juga menarik perhatian beberapa wisatawan dan pemerhati budaya yang melintas di kawasan Cakranegara. Dimana Salah satu pengiring Gendang dan Gamelan dari kesenian Sasak yang menjadi simbol akulturasi Toleransi dan keberagaman yang sudah terjalin secara turun menurun.
Keberadaan Pura Meru yang ikonik dengan meru bertumpang sebelas, sembilan, dan tujuh, menjadi latar belakang yang megah bagi keberlangsungan tradisi ini.
Dukungan Pemerintah Kota
Pemerintah Kota Mataram melalui dinas terkait terus mendorong pelestarian kegiatan seni dan budaya seperti ini. Ritual Ngu Sabe dinilai memiliki potensi daya tarik wisata religi yang kuat, sekaligus mempertegas identitas Kota Mataram sebagai kota yang religius dan berbudaya di tengah modernisasi.
Hingga prosesi berakhir, acara berjalan dengan tertib dan lancar. Warga berharap nilai-nilai luhur yang terkandung dalam upacara Ngu Sabe dapat terus diwariskan kepada generasi muda agar tidak punah ditelan zaman.




Posting Komentar