Termakan Janji Manis, Wanita ini Diduga Diekploitasi WNA Pemilik Silver Fern Sekotong Lobar

0

 




Mataram- Warga Negara Asing (WNA) asal Selandia Baru (New Zealand) inisial RMS yang diketahui sebagai pemilik Hotel Silver Fern, Sekotong, Lombok Barat (Lobar), terancam dilaporkan ke Polda NTB. Ia terancam dilaporkan lantaran diduga melakukan eksploitasi dan menelantarkan seorang wanita asal inisial RN. 

Ditemui, Kamis (15/01), RN mengaku terjebak mulut manis RMS yang menjanjikan banyak hal. Termasuk menjanjikan dirinya dinikahi. "Dia mengaku sudah bercerai sama istrinya sesama WNA. Ternyata dia hanya pisah ranjang," keluhnya.

Awal pertemuan dia dan RMS pada Desember 2022. Kala itu, RN berstatus Single Parent. Setelah pertemuan itu, RMS kerap mendekatinya dan mengaku serius ingin menjalin hubungan.

Untuk meyakinkan si wanita Lombok Itu, tahun 2023 pria bule yang diketahui sudah lanjut usia ini pun meminang dan memasang cincin di jari manis RN, dihadapan keluarga.

Bukannya bahagia, selama bertahun-tahun menjalin hubungan, RN mengaku diperdaya. Tenagannya dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan bisnis WNA tersebut, termasuk kepengurusan izin hotel. Karena mulai dari 2015, hotel Silver Fern yang dibangun tidak mengantongi izin.

Tidak hanya itu. Dirinya juga ditekan agar memenuhi fantasi RMS dalam berhubungan badan. Bahkan, RN juga dipaksa untuk berhubungan dengan sesama jenis beberapa kali. Modusnya, untuk membuat RMS senang dan martubasi.

"Dia memang dari dulu, melalui istrinya (WNA,red) sudah banyak mencari wanita-wanita yang Broken Home dan Single Parent untuk dijadikan korban," bebernya.

Ia juga dipaksa untuk mengaku gila supaya bisa mendapatkan obat-obatan yang ternyata, obat yang diminumnya untuk aborsi. RN mencoba bertahan, sayangnya upayanya sia-sia dan akhirnya diterlantarkan serta terancam diusir, tanpa dipenuhi hak-haknya sesuai janji RMS.

Selain RN, ada dua korban lainnya yang juga asli Pulau Lombok mengeluhkan hal yang sama dan siap, jika kasus ini telah dilaporkan, dan aparat penegak hukum meminta mereka menjadi saksi.

Posting Komentar

0Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.
Posting Komentar (0)