Tuan Guru Hazmi Hamzar Dorong Penggunaan Bahasa Sasak Halus di Sekolah Sebagai Pondasi Pendidikan Karakter
MATARAM — Komite Seni dan Budaya Nusantara (KSBN) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus berkomitmen menjaga kelestarian identitas dan warisan budaya lokal. Ketua KSBN NTB, Dr. TGH. Hazmi Hamzar, SH., MH., menegaskan pentingnya mendorong penggunaan Bahasa Sasak Halus di lingkungan sekolah secara berkelanjutan.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam sambutannya pada acara Sarasehan Sastra dan Bahasa Sasak yang berlangsung di Taman Budaya Provinsi NTB, Sabtu (8/8/2026).
Dalam arahannya, Tuan Guru Hazmi menyoroti pentingnya mengenalkan dan mengajarkan Bahasa Sasak Halus kepada generasi muda sejak usia dini melalui lembaga pendidikan formal.
"Anak-anak kita harus diberikan pelajaran terkait Bahasa Sasak Halus sejak dini. Bahasa Sasak Halus bukan sekadar alat komunikasi, melainkan bagian integral dari pendidikan karakter, etika, dan kearifan lokal masyarakat Suku Sasak yang harus terus ditanamkan," ujar Tuan Guru Hazmi.
Menurutnya, penguatan bahasa daerah di sekolah-sekolah akan membantu membentengi generasi muda dari pengikisan budaya lokal di era modernisasi. Bahasa Sasak Halus dinilai mengandung nilai-nilai kesantunan, penghormatan kepada orang tua, serta tata krama yang sangat relevan dalam membentuk budi pekerti siswa.
Melalui momentum Sarasehan Sastra dan Bahasa Sasak ini, KSBN NTB berharap adanya sinergi yang lebih kuat antara pemerintah daerah, tenaga pendidik, dan budayawan untuk menyusun langkah strategis—baik berupa kurikulum muatan lokal maupun pembiasaan tutur kata halus di sekolah. Langkah ini diharapkan mampu memastikan Bahasa Sasak Halus tetap hidup dan digemari oleh generasi penerus di NTB.




Posting Komentar