Prioritaskan Trauma Healing dan Penjagaan Keaslian Adat, DPRD NTB Tinjau Lokasi Kebakaran Dusun Sade

Daftar Isi



LOMBOK TENGAH — Sekretaris Komisi V DPRD Nusa Tenggara Barat (NTB), Siti Ari, bersama rombongan pimpinan dan Anggota Komisi DPRD NTB mendatangi lokasi pascakebakaran di Dusun Adat Sade, Kabupaten Lombok Tengah. Kunjungan ini dilakukan untuk meninjau langsung kondisi para warga terdampak serta melihat dari dekat sisa-sisa puing bangunan adat yang hangus terbakar. (27/8)


Dalam peninjauan tersebut, DPRD NTB menekankan bahwa pemulihan psikologis atau trauma healingbagi warga—terutama anak-anak dan lansia—harus menjadi prioritas utama pihak-pihak terkait sebelum melangkah ke proses rekonstruksi fisik.



“Mengenai rencana pembangunan kembali kawasan yang terdampak, Kami mengusulkan agar proses pengerjaan ulang rumah adat diserahkan sepenuhnya kepada masyarakat lokal Dusun Sade tanpa melibatkan arsitek luar.” Ujarnya


Pemerintah diharapkan cukup memfasilitasi dan menyediakan ketersediaan bahan baku yang dibutuhkan.  Langkah ini dinilai krusial agar keaslian arsitektur serta nilai budaya khas Suku Sasak tetap terpelihara dengan baik.



Selain itu, pihak legislatif mengingatkan pentingnya mengintegrasikan unsur mitigasi dan penataan fasilitas keselamatan yang lebih memadai dalam perancangan ulang kawasan tersebut. Integrasi fasilitas pencegahan bencana dianggap penting guna memastikan kawasan cagar budaya ini lebih tanggap dan siap mengantisipasi potensi musibah di masa mendatang.


Sebagai bentuk kepedulian nyata, rombongan DPRD NTB turut menyalurkan sebanyak 89 paket bantuan langsung untuk memenuhi kebutuhan dasar warga pascabencana. Paket bantuan tersebut meliputi peralatan masak dan kelengkapan ibadah, antara lain wajan, panci, kompor, sarung, serta mukena.

Posting Komentar